“Tiadalah
seseorang yang bercakap cakap dengan Rosulullah SAW, melainkan
beliau menghadapkan muka sepenuhnya dan
beliau tidak pernah berpaling dari orang itu , hingga orang itu selesai
berbicara”. HR Thabrani
Sering kali kesalah fahaman terjadi lantaran , anda tergesa
gesa kelihatan benar, ingin dianggap lebih hebat , ingin mendapatkan respek
dari orang lain , merasa paling tahu dan yang paling penting enggan
mendengarkan . Berikut cara agar tidak
terjadi salah faham dalam proses komunikasi sebagaimana implementasi sabda Rosulullah tersebut:
1.
Ketika rekan kerja bertanya atau menyampaikan
sesuatu , bersabarlah untuk mendengar sampai tuntas kendati anda sudah tahu apa
yang mau ditanyakan atau jawaban dari pertanyaan itu.
2.
Menanyakan mengapa hal tersebut penting untuk
ditanyakan lebih penting dari sekedar memberikan jawaban panjang lebar, karena dari
jawaban “mengapa” itulah anda menjadi tahu alasan mereka bertanya.
3.
Jawaban menjadi efektif jika anda telah dengan
tuntas mendengarkan dan menyimak apa dan mengapa dia bertanya.
4.
Pertegas kepada rekan kerja bahwa jawaban anda memiliki landasan
sumber konsep yang jelas atau sekedar opini pribadi.
5.
Jika anda memang tidak tahu jawaban nya ,
bilang saja tidak tahu. Daripada menjawab asal asalan dapat menurunkan
kridibilitas.
6.
Jika jawaban anda salah , jangan takut minta
maaf dan meralat kesalahan, tanpa merasa hal tersebut dapat menjatuhkan harga
diri.
Semoga
tips sederhana ini bermanfaat bagi
anda..
#USTAD SANTOSO , DAKWAH KOMEDI KANTORAN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar